Selasa, 11 Desember 2012

Perbedaan permainan modern dan tradisional


Banyaknya permainan anak yang begitu canggih dan modern memberi dampak positif dan negatif bagi dunia anak anak. Khususnya dalam perkembangan social emosional. 

Permainan tradisional, sebenarnya lebih banyak membawa dampak positif bagi perkembangan anak. Karena dalam permainan tradisional anak banyak belajar secara nyata. Anak juga terlatih untuk berinteraksi dengan orang lain. Karena permainan tradisional kebanyakan dimainkan secara kelompok. 
Contoh: 
  • Gopak Sodor
          Tujuan bermain: melatih kecepatan dan siasat.
  • Benteng
          Tujuan bermain: melatih kecepatan, kesabaran, dan daya pikir dalam bertaktik.
  • Lompat Tali
          Tujuan Bermain: melatih ketepatan

dan masih banyak permainan tradisional yang lain di negeri kita ini.

Sedangkan permainan modern saat ini kebanyakan dilakukan secara individu, hal itu menyebabkan lebih besarnya rasa ego pada diri anak. 
Anak hanya mementingkan keinginannya tanpa mengerti situasi dan kondisi di sekitarnya. Karena dalam permainan modern ( GAME Online) anak selalu berambisi untuk menang. Hal itulah yang memicu sifat ego dan individualis pada diri anak. Jika dalam permainan mereka kalah, maka anak akan meluapkan emosinya secara negative. 
Misalnya, rasa jengkel yang berlebihan hingga berlarut-larut karena lawan mereka adalah sebuah mesin  yang tak bisa menghibur  selain “kemenangan”
Inilah yang membedakan permainan tradisional dan modern. 

Karena dalam permainan tradisional “kemenangan” bukanlah hal yang utama. Karena jika mereka kalah banyak teman yang akan menghibur, yang terpenting anak tahu bahwa kemenangan dan kekalahan juga pernah di rasakan oleh teman-temannya juga tapi tanpa berbuat nakal atau negative. 

Dari sini mereka pun akan meniru bagaimana orang-orang sekitarnya belajar menerima kekalahan dan menganggap kemenangan bukanlah hal yang perlu di sombongkan.

Begitu juga dalam hal ekonomi, permainan modern pastilah memerlukan dana untuk membeli alatnya ataupun menyewa. 

Sedangkan dalam permainan tradisional kita tidak perlu mengeluarkan uang, hanya mencari teman sebanyak-banyaknya!. "Mencari uang atau mencari temankah yang lebih sulit?! Saya rasa dengan banyak teman dengan sendirinya uang akan datang!!!"

Dalam perkembangan zaman saat ini ternyata permainan lebih berdampak besar dalam kehidupan baik saat mereka menjadi anak-anak ataupun dewasa. Kita lihat saja PILKADA ataupun PEMILU saat ini, banyak kandidat-kandidat yang tidak terpilih akhirnya jatuh sakit,depresi atau bahkan sakit jiwa. 
Hal ini tak lain karena mereka tidak bisa menerima kekalahan,karena dari kecil mereka hanya dilatih untuk “menang,menang dan menang!!!!” 

Inilah perbedaan yang wajib kita tahu!!!.
Bukan berarti kita harus memilih salah satu dari permainan ini. 
Karena bagaimanapun permainan tradisional dan modern adalah sebuah kebutuhan dalam proses kematangan kehidupan anak. Permainan tradisional untuk kematangan sosialnya, permainan modern untuk pengetahuan teknologinya.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar